Senin, 05 Desember 2011

Misionaris dibalik R.S. Siloam

Ada Apa Dibalik Siloam?
Pembangunan Rumah Sakit Siloam berstandar internasional di kawasan Kampus POM IX Palembang. Rencananya Rumah Sakit Siloam ini akan digunakan sebagai salah satu rujukan RSMH Palembang untuk peserta SEA Games XXVI. Banyak pandangan tentang pembangunan RS siloam ini :  Head Corporate Communication Lippo Group, H.Danang Kemayan Jati mengatakan “Rumah Sakit Siloam adalah rumah sakit berstandar internasional yang tidak membawa pesan apa pun kecuali misi kemanusiaan. Ini bukan RS pertama yang kita bangun, Siloam sudah ada di Jakarta, Surabaya, Cikarang, Makasar, Jambi dan daerah lain”. Anggota  DPRD tidak setuju pembangunan RS siloam ini PDI Perjuangan, Golkar, fraksi-fraksi lain seperti PAN, PKS , PPP, GERINDRA turut menentang RS Siloam yang dianggap mengadung misionaris umat Kristen (Google 29/04/11). Dedi Suswanto, koordinatot aksi, pada aksi yang diikuti hampir 300 massa di Bundaran Air Mancur Palembang, Jumat 29/04/2011 mengatakan “Rumah Sakit Siloam yang baru-baru ini dibuat oleh Group Lippo seperti di Makasar dan Jambi, juga bertaraf internasional, tidak sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat. Di rumah sakit itu tidak ada pembangunan kamar kelas tiga untuk masyarakat yang tidak mampu. Padahal, berdasarkan amanat UU nomor 44 Tahun 2009, rumah sakit harus memiliki kamar kelas 3 yang bisa menerima akses jamkesmas dan sementara saat ini rumah sakit pemerintah yang sudah ada belum termaksimalkan. Artinya pembangunan RS Siloam sangat tidak berguna bagi masyarakat kecil. Jadi untuk apa membangunnya kalau untuk kepentingan pribadi semata”. Dari kondisi ini kita perlu mendudukkan persoalannya dan apa akar masalahnya.
Alat Penjajahan Kapitalis
Fakta Rumah Sakit Siloam adalah salah satu alat untuk membuat masyarakat memaknainya hanya sekedar misi kemanusiaan, ini yang perlu diperjelas, apabila memang murni kemanusiaan kenapa untuk nama tidak bisa diganti?. Dalam Dialog Gubernur bersama ORMAS Islam (30 Mei 2011) di Griya Agung dijanjikan akan di upayakan pengubahan nama karena menurut Ibu aisyah sebagai mantan Pendeta arti Siloam adalah kolam penyembuhan. Dan sampai sekarang nama Siloam tetap akan dipakai. Group Lippo sebagai pemegang modal/Kapital pasti akan meraup keuntungan besar dan Penguasa yang menjadi jembatannya akan merasa lega karena telah menganggap dirinya telah melayani rakyat dengan baik padahal kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena layanan kesehatan didapatkan tetapi aqidah umat tidak dapat diselamatkan. Ini adalah asas manfaat yang selalu dihembuskan oleh Paham Sekuler yang bagi mereka berbuat baik harus ada keuntungan dan timbal baliknya/matrealistis (No Free Lunch/tidak ada makan siang gratis).
Kapitalis-sekuler adalah ideologi yang dibangun atas pemisahan agama dari kehidupan dan Negara,ide ini di usung oleh Barat untuk mencengkram dunia dengan nama Demokrasi. Serangan misionaris adalah salah satu alat Kapitalis untuk  menggenggam dunia dengan mengatasnamakan ilmu dan kemanusiaan akan mudah diterima masyarakat secara luas. Para misionaris abad ke-16 memulai gerakannya dengan membuka sekolah-sekolah dan rumah sakit. Serangan Barat (Inggris, Perancis,Amerika) ini membawa pengaruh besar dengan mampu menguasai kelompok intelektual, para politisi bahkan ilmuwan dan masyarakat islam. Tujuannya adalah Menjauhkan kaum Muslimin dari ikatan Islam sehingga mereka berpihak kepada Barat dan tidak lagi mengenal Islam sebagai Ideologi yang merupakan sebuah ikatan aturan kehidupan islam/Syariah Islam yang diterapkan Negara (Khilafah Islamiyah). Dan sampai sekarang jalan itu masih mereka tempuh untuk menjauhkan umat islam dari aqidah dan syariah karena mereka mengetahui inilah kekuatan kaum muslimin. (1)
Dan juga perlu diingat Rumah Sakit Internasional seperti Siloam dan lainnya memiliki standar internasional yaitu untuk kalangan kelas atas bukan kelas bawah. Walau apapun alasannya selama Kapitalis yang mengatur tidak akan ada pemeliharaan kehidupan yang hakiki karena pasti terjadi ketimpangan. Seharusnya untuk menjalankan tanggungjawab melayani umat sudah diberikan fomulanya oleh Allah SWT sebagai Pengatur Kehidupan. Selama Kapitalis-Sekuler yang mengatur maka tidak akan ada kesejahteraan. Allah SWT telah mengingatkan dalam alQuran:
QS. Ali Imraan: 118 artinya : “Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan dalam hati mereka lebih besar lagi”.   
QS. Al-Anfaal : 36 artinya : “Sesungguhnya orang-orang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalanh-halangi [orang] dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi kesesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan”. 
Maka akar masalahnya adalah:
1.      Pelayanan terhadap masyarakat
2.       
Bagi mayoritas masyarakat, layanan kesehatan yang bisa terjangkau adalah yang minimalis. Kualitas obat generic, layanan Rumah Sakit kelas tiga dan sejenisnya. Karena hanya inilah yang sanggup mereka bayar. Bahkan bagi mereka yang tidak mempunyai uang tidak bisa berobat, mereka menyerah pasrah pada nasib. Tetap saja dengan pengaturan ala Kapitalis – Sekuler dalam Rumah sakit tergantung kelas maka pelayanan yang didapat sesuai kelasnya. Sudahlah dengan kemiskinan fisik masyarakatpun dihadapi dengan kemiskinan iman karena saat ada yang membantu bukan Negara yang mampu menjaga aqidah umat maka tergadai jugalah agamanaya demi menyelamatkan hidup atas nama kesejahteraan.
Dalam cengkeraman kapitalis-sekuler tidak ada yang bisa menjamin terpelihara sendi-sendi kehidupan yaitu agama,kesehatan,dll tidak 
Maka sabda Rasul SAW : “Kefakiran dekat dengan kekufuran”

Kesejahteraaan Tanggungjawab Negara
Kesejahteraan diartikan sebagai terpenuhinya seluruh potensi yang dimiliki manusia secara optimal, baik yang terkait dengan pemenuhan pokok (al-hajat al-asasiyah) seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan termasuk agama sebagai tuntunan hidup.
Terkait kebutuhan pokok berupa (pangan, sandang dan papan) Islam telah menjamin dengan mekanisme tidak langsung.
Terkait kebutuhan pokok berupa jasa dan bersifat kolektif (pendidikan, kesehatan dan keamanan) Islam telah menetapkan mekanisme langsung yaitu pemenuhan langsung oleh Negara. Faktor penting agar setiap pasien memperoleh pelayanan penuh, rasa aman, nyaman, dipelihara jiwa dan kehormatannya sebagai sebaik-baiknya makhluk ciptaan allah SWT. Di antara prinsip etik kedokteran tersebut adalah larangan menggunakan metode pengobatan yang membahayakan akidah, martabat, jiwa dan fisik pasien; izin praktik hanya diberikan kepada dokter yang memiliki kompetensi keilmuan kedokteran dan berakhlak mulia; obat dan bahan obat hanyalah yang halal dan baik saja; larangan menggunakan lambang-lambang yang mengandnug unsure kemusyrikan dan kekufuran.  
Terkait Aqidah/Agama, Islam adalah aturan hidup yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk semua manusia yang diterapkan oleh Negara secara langsung namun terkait keyakinan individu tidak dipaksa memeluk islam karena pada masa Rasul semua agama bisa hidup berdampingan.   
Syari’ah Islam telah memerintahkan Negara untuk menjamin kebutuhan kolektif warga Negara tanpa membedakan kaya atau miskin. Warga Negara dipelihara oleh Negara hingga menjadi masyarakat yang cerdas, sehat, kuat dan aman.
Kesehatan dan Pendidikan adalah dua hal yang merupakan kebutuhan asasi yang mutlak diperlukan oleh manusia dalam hidupnya. Keduanya termasuk masalah pelayanan umum dan kemaslahatan hidup terpenting. Negara merupakan pihak yang berkewajiban mewujudkan pemenuhan kedua hal tersebut untuk seluruh rakyatnya. Islam telah menetapkan bahwa yang akan menjamin dua jenis kebutuhan dasar itu adalah Negara. Pengadaan dan jaminan terhadap kedua kebutuhan mendasar ini akan ditanggung sepenuhnya oleh Negara, baik untuk orang miskin maupun kaya, laki-laki maupun perempuan, muslim non muslim. Baitul Maal akan menanggung pembiayaannya. (2)
Hanya Khilafah Islamiyah yang mampu Mewujudkan 
Rasulullah SAW pernah membangun tempat pengobatan untuk orang-orang sakit dan membiayainya dari Baitul Maal/APBN. Banyak institusi layanan kesehatan yang didirikan selama masa Khilafah Islam agar kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis terpenuhi. Diantaranya adalah rumah sakit di Kairo yang didirikan tahun 1248 M oleh Khalifah al-Mansyur, dengan kapasitas 8000 tempat tidur. Rumah sakit dilengkapi dengan music terapi untuk pasien yang menderita gangguan jiwa. Setiap hari melayani 4000 pasien. Layanan diberikan tanpa membedakan ras, warna kulit, status, dan agama pasien; tanpa batas waktu sampai pasien benar-benar sembuh. Selain memperoleh perawatan , obat dan makanan gratis tetapi berkualitas , para pasien juga diberi pakaian dan uang saku yang cukup selama perawatan. Hal ini berlangsung selama 7 abad. Sekarang rumah sakit ini digunakan untuk ophthalmology dan diberi nama Rumah Sakit Qolawun.
Khilafah akan mampu mewujudkan pemeliharaan yang baik bagi kelangsungan hidup manusia maka semua akan dijamin dapat terpenuhi. Dan tanggungjawab Khilafah terhdap warga negaranya adalah:
Memelihara Keturunan (Nasab)
Memelihara Akal
Memelihara Kehormatan
Memelihara Jiwa Manusia
Memelihara Harta
Memelihara Aqidah
Memelihara Keamanan
Memelihara Negara
Untuk seluruh umat manusia, bukan hanya kaum muslimin

Rujukan :
  1. Taqiyuddin An-Nabhani, Ad-daulatul islam, PTI hal.283 terjmh
  2. Abdul Azis al-Badriy, Hidup Sejahtera dalam Naungan Khilafah, Gema Insani Press hal.36

1 komentar: